Minggu, 27 Maret 2011

Caramell untuk Andra

Duhai jodohku, sedang apakah kau saat ini?
Semoga kau sehat disana dan seperti aku yang memikirkanmu saat ini.
Membayangkan indahnya suatu saat nanti kita duduk bersama untuk berbagi cerita hidup.
Tersenyum disaat kita senang bersama dan berbagi indahnya sedih disetiap detik hidup kita.
Merasakan firasat dalam hati, suatu yang baik dan buruk didepan kita.
Perlahan kitapun sepaham dan seirama tanpa berkata.

Hei kau jodohku..... kuyakin kita akan saling menyayangi setulus hati.
Janganlah buat aku merasa sendiri. Karna aku akan selalu membuat kau tak pernah merasa sendiri.
Saat aku salah, katakanlah yang kau tidak suka dariku. Aku akan berusaha memperbaikinya.
Berikanlah aku kesempatan untuk memperbaiki diriku karna semua manusia tak ada yang sempurna.
Tapi percayalah, aku mencintai ketidaksempurnaan dalam dirimu.
Hei kekasih hatiku, tahukah kau, disini ku sedang bimbang namun senang.
Aku bimbang untuk menuliskan impian-impian yang ingin ku raih.
Aku bimbang serta cemas apakah semua yang kurangkai dalam benakku akan menjadi nyata?
Semua temanpun mengatakan, aku hanya perlu berserah pada-Nya dan terus yakin bahwa kau akan datang disaat yang telah ditentukan.

Namun aku senang saat ku teringat dirimu yang akan memberikan aku kalimat penuntun. Saat itulah aku akan semakin mengerti satu per satu kan ku gapai impian ku.
Denting waktu disini menjadi teman baik bagiku. Dengan kau yang selalu menemani di setiap zona pikiranku.

Kekasih hati..... aku rindu padamu.
Selintas rasa iri pun muncul dikala melihat mereka berpasangan.
Tetesan embun sedih mengelilingi hatiku.
Jiwa ini mencari-cari dirimu. Aku telah terlanjur cinta kepadamu.
Setia menantimu disini dengan semua puing-puing hati yang sempat ragu.
Terdiam melihat anganku, akankah kita akan selalu teringat? Tanpa bicara dan tanpa bertemu kau menghiasi sudut hati ini.
Akankah kau merasakannya kekasih hatiku?
Semakin kita bersama kita akan semakin menuai cinta dan sayang tulus itu.
Semua anugerah dari Tuhan akan menghiasi langkah hidup kita bersama nanti.
Tentunya kau yakin itu pula kan?


Terdudukku dalam khayal, senyum simpulku terukir ketika melihat kita berdua menuliskan impian akan keluarga kita nanti.
Saat sederhana dan indah ketika kau nyatakan cinta dan sayang itu.
Tak perlu tempat yang mewah ataupun romantis tetapi tautan hati kita yang telah membuat semua berbeda.
Karena apapun yang kau lakukan adalah seindah jiwa yang kau miliki, tanpa pengharapan yang berlebih.
Kembang api bersahutan melengkapi hari itu.
Cinta tak kau ucapkan namun kau berikan seutuhnya untukku. Dan aku pun tersenyum dengan senang meraih cintamu.

Jodohku, mungkin kau tak seperti aku, sedang menulis rasa dan impian kita tapi aku yakin tak pernah hilang sedetikpun kau memikirkan aku.
Karena kau yakin akupun datang untukmu sebagai tulang rusuk yang kau cari selama ini.
Ku menunggumu sayang, aku yang saat ini terus membenahi diriku untuk kedatanganmu.
Kulihat kau yang sibuk dan lelah mempersiapkan semuanya.
Tergambar aku sebagai tulang rusukmu yang kau sunting dihari bahagia itu.
Kisah hidup kita terkadang meredup seperti warna karamel tetapi selalu manis dirasakan bersama.
Seluruh duniapun bersenang untuk kita.
Aku hanya ingin kau.... yang selalu memelukku dengan hangat.

Indahnya jiwamu tersampaikan dalam pelukan itu.
Sinar hangatmu seraya matahari bagiku.

Thanks to :
Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai kisah untuk hatiku. Kisah-kisah yang telah terukir di sudut hati.
Satu kisah yang hingga saat ini kukenang.
Terima kasih pada-Mu yang telah mempertemukan dan memisahkan aku dengan dia.
Dengan kisah itu aku menjadi lebih mengerti arti sebuah perasaan sayang dan cinta.
Jangan lupakan manusia yang telah lalu karena manusia hanya akan hidup abadi dalam kenangan seseorang.
Biarkan kenangan tetap ada dalam sudut pikiran. Untuk kau ingat dan rasakan di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar