Rabu, 21 Agustus 2013

The Conjuring



Dalam rangka menyambut hari besar, gue berusaha membuat posting anything in 30 days. Everyday writing in 30 days menjelang hari besar aku. Semangat buat terus belajar Mell… yeeeaayy… Lets start… Day 1

Beberapa hari yang lalu, gue sempet memberanikan diri untuk menantang diri gue sendiri, yaaa latihan buat psikis gue. Selama ini gue ga pernah nonton film bergenre horror atau thriller. Kemudian gue memutuskan setelah mikir sampe beberapa kali dengan menimbang dan memilih saat yang tepat.. (halaahhh panjang banget alasan gue buat ga nonton hahahaha…..) gue coba nonton film The Conjuring bareng sama Rahma, temen kerja gue. Kita berangkat setelah pulang kerja dan ditempat yang deket aja. Yang penting sih gue liat itu film deh. gue mengutuk diri sendiri, kenapa gue lupa bawa jaket? Damn,, itu salah satu kesalahan, karena bioskop pasti dingin dan jaket itu juga berguna untuk nutupin mata yang ketakutan liat film. Siap-siap pegang kursi dan duduk mengkeret (menciut) dikursi hahaha.. melangkah masuk ke theater 4 gue tambah deg-degan, sampe gue pegangan ke tangan Rahma.. bahkan saat masih iklan film lain, pikiran gue udah melayang, haduuhh takut liat hantunya…  gue melihat sekeliling tempat duduk, ternyata rame, tiga perempat bioskop penuh sama penonton, gue coba ubah pikiran, lu ga nonton sendirian mell… banyak orang disekitar lu kok.. paling kaget aja klo hantunya muncul… atau tiba-tiba si hantu nyolek kaki lu dari bawah mel… aaakkk tidaaaakkk…




Tunggu deh, sebenernya gue mau posting  review film atau apa sih? Hahaha.. oke kita mulai bahas filmnya yaa..
The Conjuring, kalau dari judul yang artinya kemunculan dari sesuatu berbau demonistic (hantu). Film ini mencoba menampilkan cerita tentang sebuah rumah dan tanah seluas 200 acre milik seorang dukun bernama Bathsebah dan dikutuk oleh dirinya sendiri, kisah ini terjadi sebelum tahun 1970an dan tentu saja menampilkan orang ketakutan dan kesurupan dengan sudut pandang dari si pencari hantu (Ed dan Lorraine Warren). Pengambilan sudut pandang ini memberikan atmosfir baru buat film horror, karena biasanya cuman menampilkan cerita dari sudut pandang si orang atau korban kerasukan dan bercerita pada penonton. Disamping itu, cerita ini sih katanya berdasarkan kisah nyata.
Ceritanya berawal dari keluarga Perron yang membeli sebuah rumah disebuah pedesaan. Rumah dengan tipe Amerika sekali, yang ga berubah sedkit pun arsitekturnya sejak didirikan. Sejak hari pertama mereka pindah, sudah ada beberapa kejadian yang cukup membuat kelima anak mereka ketakutan. Hingga pada titik dimana Nyonya Perron mengalami lebam-lebam diseluruh tubuhnya, salah satu anaknya yang tiba-tiba tidur sambil jalan dan akhirnya ngumpet di balik lemari yang nimbus ke dinding Rumah itu, kemudian salah satu anak lainnya ditarik kakinya saat tidur dan hal-hal ganjil lainnya. Pada hari kesekian, Nyonya Perron mencoba datang pada suatu acara dimana Ed dan Lorraine Warren memberikan cerita tentang petualangan mereka membantu warga Amerika yang kerasukan atau mengalami kisah-kisah gaib dan bersinggungan dengan dunia hantu. Kemudian keluarga Warren datang ketempat mereka untuk membantu dan didapatkan hasil bahwa hantu yang ada disekitar mereka lebih kuat daripada biasanya. Selanjutnya dilakukan beberapa kali pengambilan bukti bahwa hantu itu benar-benar mengganggu hidup mereka. Bahkan saat siang hari si hantu berani-beraninya nongoll…..!! Ya ampuunnn.. sepanjang film gue ga berhenti teriak-teriak karena kaget… fuuhh… yaaa sedikit takut juga sih.. hahaha.. *ketawain diri sendiri*

Cerita terus berlanjut hingga klimaksnya dilakukan semacam pengusiran roh Bathsebah dari tubuh Nyonya Perron yang sudah kerasukan. Dia bahkan hendak membunuh dua anak termudanya, mengikuti jejak si dukun yang merasukinya. Dua keluarga itu dibantu dengan Sherif wilayah dan teman mereka terus berusaha untuk mengusir roh itu. Well.. the film ended in happy ending. That was good, daripada cerita akhirnya gantung, bisa-bisa malah otak gue melanjutkan ceritanya hingga sampai rumah.. hhiiiiii…



Anehnya saat nonton dan setelah nonton film itu gue sama Rahma malah ketawa-ketawa soal beberapa scene yang aneh dan lucu. Misalnya, saat si anak Perron terbangun dari tidurnya karena sang Adik mendatangi kamarnya dengan tidur sambil jalan dan tiba-tiba saja si hantu nongol meringkuk diatas lemari yang sudah lama berada disana. mirip sama hantu disini yaaa.. saat dimana si kunti bisa tiba-tiba nemplok diatas lemari kita sambil ngeliatin kita yang ketakutan.


Akhirnya gue bisa juga nonton film horror di bioskop… yeaayyyy….
Sebuah kemajuan yang cukup hebat.. hahaha… Congrats Mell…  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar