Minggu, 09 Juni 2013

Pengagum Rahasia


Tentu kalian udah pernah mengalami digemari, mengalami menjadi pengagum, mengalami jadi teman si pengagum, or at least pernah dengar tentang pengagum rahasia


Semua orang sepertinya pernah memasuki fase ini. Dimana kita sebagai manusia, merasa kagum dengan salah satu orang disekitar kita. Gue sebagai cewe, tentunya ga lepas dari fase ini. Pertama kali gue mengalaminya saat seragam abu-abu melekat dibadan. Sosok yg menurut gue (saat itu) begitu sempurna, dan yang terpenting ada dihadapan gue. Sosok dimana gue bisa bicara, melihat dirinya secara utuh, mengamati setiap tingkah lakunya even just from a distance.

Sebagai seorang secret admirer sejati, gue merasa sangat ingin tau segala sesuatu tentang dia. Mulai dari hapalin nama lengkapnya, cari tau keluarganya, hapalin nomer telepon rumahnya (saat itu blom ada hape, iyeeee gue hidup dijaman prasejarah -_-) hapalin jam-jam kelasnya yg kosong-trus liatin dia main basket dilapangan sekolah-dari celah pintu kelas gue-yang langsung keliatan ke bangku gue (oh God, I feel sooooo bless saat itu, yeah I'm that katro hahaha) dan entah gimana, keajaiban, gue bisa dapetin itu semua. Dengan usaha yang ga tanggung2, dari pura2 bantuin guru ambil absen, sampe pura2 deketin temennya. Lebih parah lagi, gue sampe merasa fine-fine aja, saat tau dia udah pacaran sama cewe lain, which is temen sekelas yang juga gue kenal. Damn, I'm that stupid hah?

But well, bagi gue, fase mengagumi ini adalah saat paling menakjubkan dan gue benar-benar meni'matinya. Hingga akhirnya gue sadar, kekaguman gue pada sosok yang deket dengan gue itu, bisa dicapai atau ga. Dibutuhkan banyak dan besaaaaarrr sekali keberanian. Suatu hal yang menjadi keraguan besar pada si secret admirer.

Keberanian semacam itu adalah sebuah langkah besar buat seorang secret admirer, gue pun memahami rasanya. Saat kuliah, orang yang gue kagumi benar-benar sangat sempurna tapi kesempurnaan itu hanya dalam khayal gue. Sekuat apapun gue coba, ga bisa gue dapatkan, karena dia memang hanya cocok jadi orang yang gue kagumi.
Bagi gue, menjadi secret admirer adalah hal yang membuat kita berkhayal dan berharap macam-macam, berdoa yang kayaknya, benar-benar anugerah banget kalau doa itu terkabul. Hahaha ngarep dengan sangat dalam di doa itu.


Di masa kerja, walaupun udah gue coba untuk ga menjadi secret admirer tapi ternyata gue jatuh juga pada 'kesempurnaan' dia dimata gue. Gue cuman berpikir, kali ini gue mungkin bisa menggapai mimpi gue sebagai secret admirer yg sukses 'mendapatkan' si sosok yang dikagumi. Gue coba pelan-pelan, dengan langkah yang menurut gue cukup normal. Mendapatkan perhatiannya aja gue udah seneng banget. Tetapi semua balik lagi sih sm yang punya si sosok, Allah belum berkehendak.
Jadi yaa.. Gue cukup 'sakit' saat itu. Dan belakangan, gue jadi sadar, dia memanfaatkan kekaguman gue. Guys... Hati-hati yah. Jaga ke-secret-an kalian. Jangan terlalu memperlihatkan dan jangan juga berharap berlebihan. Karena secret admirer adalah mengagumi ciptaan Allah dengan mengucap syukur. Itu lebih baik. (Saran macam apa ini?! Hahaha)


Sebagai secret admirer tentunya kita ga lepas dari kecerobohan. Mulai dari bertingkah aneh, ngomong ngawur saat didepannya, garuk-garuk kepala yang ga gatel, berdiri sambil ngadep kanan-kiri, kikuk sama diri sendiri hingga berpikir sangat keras buat nyari kata-kata yang pantes saat ngobrol. Oh damn, gue terkena lagi sindrom itu. Menjadi secret admirer disini, di rs ini, di ward ini, di nama ini, di orang ini.
Kali ini gue coba untuk benar-benar memendamnya sendiri, hingga saat menyebalkan dan paling bodoh itu terjadi. Gue salah pasang foto di hape gue, which is, semua orang bisa liat muka dia di profile gue. Rasanya bener-bener mau tenggelem di danau dora, yang tadi siang gue liat cukup dalem buat sembunyi dari malunya gue. Bener-bener memalukan dan fatal buat seorang secret admirer sejati. Well guys... Be careful ya. Jangan kayak gue yang ceroboh. Kept it for yourself. The one you like the most as a secret admirer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar