Kamis, 06 Desember 2012

sejumput tweet

Bintang bersahutan diujung langit, menanti bersinar tak sabar, menerangi malam ini hingga ke tepi wajahku. Kau sinarku.

Senja tak akan beranjak kala dia tak lagi mengucap selamat tinggal, bulan tak akan lagi berbicara saat dia tak menatap lagi

Setitik cahaya senja menatap diriku dgn manja, menanti bulan yang akan hadir bersama dirimu

Bercengkrama di linimasa, bercerita diatas batu, menuliskan kesalahan diatas air, untuk itulah aku denganmu *sekian sepik pagi ini*

Dan aku pun berjalan di tiap pixel gambarmu. Dengan tiap kerutan di dahi, apakah kau merasakan jejak sayang yg aku tinggalkan?

Saya ga minta apa2 kok. Cuman ingin senyum sama perhatian kamu, ga pake pedes jutek yah. Bisa sekalian aku bungkus bawa pulang ga?

Ya biarkan saja air turun dari langit. Ya biarkan saja sayangnya mengalir dari hati. Ya kali aja itu terjadi.

Tak perlu tandu hangat karena aku tak mau ada rindu. Tak perlu tatapan karena aku dapat pulang sendiri. Biar saja aku sendiri.

Jika aku hanya sebesar debu mengapa kau genggam? Serpihan saja yang akan terasa.

Berhentilah, karena matamu terlalu indah untuk merekam terlalu banyak kesedihan.

Aku masih mendengarkan lagu itu, setiap baris katanya, nada darinya berbicara, mengalun terus hingga tak sanggup lagi aku menghentikannya

Dengan mengatakan 'aku ga apa-apa' bukan berarti aku tidak apa-apa #justSaying


karena sekarang yang aku inginkan hanya kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar